7 Program Pendukung Pemprov DKI Jakarta Untuk Kolaborasi Mendukung Ketenagakerjaan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan besaran upah minimum propinsi atau UMP 2022 sejumlah Rp 4.453.935,536.

” Jadi, sudah ditetapkan besaran Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2022 sebesar Rp 4.453.935,536.” ujar Anies

Atas besaran upah itu, Anies mengharuskan para pengusaha membuat struktur dan skala upah dengan memerhatikan kekuatan perusahaan dan keproduktifan. Ke-2 nya sebagai pedoman upah untuk karyawan atau pekerja dengan periode kerja setahun atau lebih.

Selain UMP, Pemprov DKI Jakarta juga menerapkan sejumlah kebijakan pendukung. Seperti bantuan layanan transportasi, penyediaan bahan pangan dengan harga murah, serta biaya pendidikan pribadi.

7 Program Pendukung

Terdapat tujuh program yang digagas Pemprov untuk program kolaborasi mendukung ketenagakerjaan:

1. Perluasan kriteria penerima manfaat Kartu Pekerja Jakarta dari sebelumnya UMP + 10 persen menjadi UMP + 15 persen. Ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pekerja sehingga bisa mengurangi biaya hidup di Jakarta.

2. Anak-anak penerima kartu pekerja diutamakan mendapat KJP plus dan biaya pendidikan masuk sekolah.

3. Memperbanyak program pelatihan bagi pekerja melalui Pusat Pelatihan Kerja Daerah, Mobile Training Unit, Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi, serta kolaborator.

4. Pengembangan program Jakpreneur dan pembentukan koperasi pekerja serta memfasilitasi penjualan produk yang berasal dari program yang dimaksud dalam sistem e-Order.

5. Program biaya pendidikan bagi pekerja yang terkena PHK maupun pekerja yang dirumahkan tanpa diberikan atau dikurangi upahnya.

6. Program bantuan bagi anak yang orang tuanya meninggal akibat pandemi Covid-19.

7. Program kolaborasi antara Disnakertrans dan Energi Provinsi DKI Jakarta dengan asosiasi pengusaha berupa bantuan sarana dan prasana bagi federasi serikat pekerja atau serikat buruh yang telah memiliki usaha.

Baca Juga  Syarat mengikuti Seleksi beasiswa Aperti BUMN lulusan SMA/ SMK